Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

panah permata



Indahnya kebersamaan takkan bertahan selamanya. Iya aku tau itu.. sama persis dengan jalan hidupku.
Saat banyak orang berkata “masa SMA/SMK” adalah masa yang paling indah, saat dimana pemikiranmu sudah mulai dewasa, saat kamu tau arti cinta dan patah hati, saat itulah aku berkata iya


Sudah jadi makanan sehari hari aku hidup dalam kehampaan ini. Status anak tunggal, kepintaran, terkenal,  dan  banyak teman hanyalah frame untuk memperindah penampilanku agar tak terlihat buruk. Hingga pada akhirnya aku hanyalah kucing usang yang  buruk dimata orang-orang yang ku sayang.. benar-benar frame yang indah

Tapi.. aku harus bertahan dalam sedihnya hati ini, dalam sepinya hati ini. Sekalipun aku sekarat dan terlihat sudah mau mati. Terlihat rendah dimata orang yang kusayang bagaikan anak panah yang telah menusuk hati. Dimana aku akan sakit jika melepaskannya dan darah itu terus bercecer jika aku mendiamkannya.
Untuk saat ini aku hanya bisa diam. Dengan darah yang berceceran. Aku tak berani untuk mencabut anak panah itu walaupun aku bisa diobati dan sembuh. Karena untuk sembuh aku harus siap berteriak menahan sakitnya saat anak panah itu dicabut
Tapi. Kaulah panahku yang gagah berani. Sekalipun kau telah banyak menyakitku, aku tetap tulus ikhlas lillahi ta’ala menyayangimu. Dimata kawan kawanku, aku terlihat bodoh. Namun itulah kenyataannya. Aku tak pernah membohongi diriku sendiri. Jika aku menyukaimu aku langsung mengatakannya..

Tapi.. umur sepertinya menjadi masalah utamaku untuk mendekatimu. Terlihat jelas engkau sangat menghormati dan menghargaiku. Namun apakah kau tak bisa melihat dengan jelas bahwa aku sangat menyayangimu.
Akupun lemah dalam menunjukkannya. Aku tak mampu berkata “aku menyayangimu” karena status awal yang terbentuk adalah “rekan tim” atau “adik kakak kelas” sungguh aku tak berani menampilkannya.
Tak apalah. Setidaknya engkau ada dalam setiap do’aku. Mengiringi tidur burukku (soalnya aku insomnia) Mungkin nanti, saat kita tak berjumpa lagi akan kukatakan semuanya. Kukatakan semuanya tidak didepanmu. Cukup aku berdiri di belakangmu dan berkata “aku menyayangimu”. Jangan berbalik dan cukup dengarkan aku. Berbaliklah saat aku tak lagi ada. Aku berharap kau akan mengerti sekalipun itu takkan mungkin.

Tolong, dengarkan suara hatiku ini. Kamu adalah permataku saat ini. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar