Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

menceritakanmu

Hay…
Hatiku kembali ingin menceritakanmu. Ntah mengapa saat kamu marah aku tak mampu membujukmu.. aku masih tak mampu membalas semua yang kamu berikan untukku. Salah satunya adalah waktu, hal yang sangat berharga. Aku tak bisa menunggu karena bagiku hal itu hanyalah membuang-buang waktu. Namun kamu siap menunggu sekalipun aku memberikan 1000 alasan agar kamu tak bersamaku. kehadiranku merupakan 1 tujuanmu, ingin bersamaku..



Selain waktu, kamu juga memberikan tenagamu untukku. Akupun bertanya-tanya. Untuk apa ?? sampai rela berhujan-hujan untuk menjemputku, menahan lapar agar dapat makan bersamaku, juga menyembunyikan sedih serta perih agar aku tidak memikirkanmu..
kamu juga memberikan hatimu seutuhnya untukku. Tau ngga hati itu hal yang paling rapuh ? apa kamu yakin memberikannya padaku ?? apa kamu tidak salah orang menyandarkannya padaku ? aku bahkan tak mampu menjaganya dengan sempurna. Buktinya, hati itu sering terluka..
Kepergianku dengan kawanku membuat hatinya terluka
Keakrabanku dengan kawanku membuat hatinya terluka
Kepedulianku dengan kawanku membuat hatinya terluka
perhatianku dengan kawanku membuat hatinya terluka

aku benar-benar tak bisa menjagamu dengan baik. Aku bahkan lebih buruk dari itu. Kurasa kamu sudah sempurna dengan semua hal yang kamu miliki. Jangan sampai kehadiranku menghancurkan kesempurnaanmu. jangan jadikan aku sebagai perubahan dirimu menjadi yang lebih buruk. Jadikan aku sebagai perubahan dirimu menjadi yang lebih baik. jangan masukkan aku dalam do’a dan hatimu. Cukup masukkan aku dalam khayalanmu

Aku benar-benar takut karena  aku banyak menyakiti hatimu. Aku sangat menjaga sikapku didepanmu. Namun aku kembali bertanya, jika aku seperti itu dimanakah jati diriku ? apakah aku bersembunyi ?? halo riska kamu dimana ya,
Dalam hati ini aku selalu ingin menjadi milikmu selamanya. Tapi mengapa egoku sendiri mampu memakan kata hatiku ? egoku yang terus menggertak mengatakan “kamu ga pantas untuknya. Karena kamu tidak sesempurna dia. Derajatmu tidak setinggi dia. Kamu tidak seberharga dia. Juga tidak sepenting dia”

Dit, Hati ini kembali menciut untuk bersinar. Karena hati ini berjalan sendiri. Dan ego berjalan bersama-sama. Kamu terus membimbingku agar hatiku bisa bersinar bersama denganmu. Tapi bisakah kamu membunuh egoku sendiri ? pertanyaannya, jika kita bunuh egoku bersama-sama, apakah aku masih bisa bernafas ?
Dit, sekarang bagaimana ? aku harus bagaimana agar aku bisa mencapaimu dengan hati yang rapuh dan diam didalam jeruji ini ?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar